PostHeaderIcon Inspirator Sukses Filosofi KAIZEN

Berikut adalah perusahanan-perusahaan raksasa dunia dan pribadi luar biasa yang berhasil menerapkan prinsi-pinsip KAIZEN.

1. TOYOTA

"The AA Sedan"

The AA Sedan

Sang pendirinya yaitu Sakichi Toyoda (kelahiran 1867) pada usia 30-an tahun sudah bisa menciptakan mesin-mesin tenun. Tahun 1933 dari mesin tenun, berhasil tercipta mesin mobil yang kemudian pada tahun 1936 mobil pertamanya diluncurkan dengan nama Toyoda AA.

Tahun 1937 didirikan divisi otomotif dengan nama Toyota. Perubahan nama dari Toyoda menjadi Toyota merupakan inovasi dengan pertimbangan bahwa nama Toyoda terasa kaku sedangkan Toyota lebih dinamis dan menggambarkan gaya hidup sesuai dengan kendaraan yang diproduksinya. Tahun 1937 tersebut adalah kelahiran Toyota Motor Co, Ltd yang menjadi cikal bakal raksasa Toyota Motor Corp (TMC) sekarang.

Dengan prinsip dan filosofi Kaizen Toyota berhasil menjadi perusahaan otomotive raksasa di dunia. Tahun 2008, Toyota meluncurkan mobil hybrid dengan nama Prius yang merupakan mobil hybrid pertama yang diproduksi secara massal dan di tahun yang sama menjadi Worldwide Prius sales top 1 million mark. Pada tahun 2010 berhasil mendapatkan Worldwide Prius sales top 2 million mark.

2. Adi Dassler (ADIDAS)

"Adi Dassler" Nama Adidas telah mendunia sebagai perusahaan perlengkapan olahraga yang terus melakukan perbaikan akan kualitas produknya. Tahun 2010 Adidas memproduksi   Jabulani,   bola   resmi   Piala   Dunia    2010 meskipun banyak dikritik – konon karena saking sempurnanya bulatan bola tersebut – namun itu adalah hasil pengembangan dan perbaikan tiada henti.

Adi Dassler pendiri Adidas adalah orang yang sangat ambisius dalam mengembangkan sepatu olahraganya agar dapat menjadi sepatu terbaik didunia.

Kretivitas dan kerja kerasnya dilakukan dengan terus menerus. Dalam upaya mengenalkan sepatu Adidas kepada dunia, Adi Dassler sering memberikan sepatunya kepada atlet dunia agar diliput media massa. Pada tahun 1938 pelari Olimpiade AS, Jessie Owens menggunakan sepatu Adidas yang diberikan Adi Dassler. Owens berhasil memenangkan empat medali emas “berkat” sepatu Adidas. Itulah awal sepatu Adidas dikenal dunia, pada saat itu Adidas berhasil terjual 100.000 pasang.

3. Sam Walton (Wal-Mart)

Sam Walton Wal Mart Pada usia 22 tahun Sam Walton bekerja di sebuah gerai ritel milik jaringan JC Penney di Lowa. Tahun 1945 kemudian membeli sebuah gerai ritel kecil dan menjual aneka kebutuhan rumah tangga dari jaringan franchise Butler Brother. Nama tokonya saat itu adalah Ben Franklin Store dengan modal dari tabungan sebesar US$ 5.000 dan pinjaman mertua sebesar US$ 20.000.

Omset awal adalah US$ 72.000 selama setahun. Dengan pengembangan dan perbaikan layanan yang terus menerus termasuk sistem pelayanan dengan membuka toko hingga larut malam dan memperkenalkan sistem diskon, pada tahun 1950 omzetnya mencapai US$ 250.000 setahun atau naik 3,5 kali lipat dalam waktu lima tahun. Wow…!

Tahun 1962 didirikan Wal-Mart Discount City dengan ciri khas penawaran diskon. Dan sejak saat itulah kerajaan Wal-Mart dibangun bersama keluarganya. Saat ini Wal-Mart telah berkembang menjadi lebih dari 8000 gerai di seluruh dunia. Fantastis !

Semua pencapaian tersebut karena Sam Walton tidak pernah bosan memperbaiki segalanya secara berkelanjutan untuk memuaskan konsumennya yang terus berkembang.

Soal kepuasan konsumen Sam Walton mengatakan, “Hanya ada satu boss (di perusahaan ini) yaitu konsumen. Ia bisa memecat semuanya mulai dari chairman hingga pegawai di bawahnya.”

Banyak perusahaan dan tokoh sukses lainnya. Mereka melakukan satu prinsip ‘KAIZEN’ – perubahan dan perbaikan terus menerus.
Perubahan tidak selalu membawa perbaikan, tetapi tidak ada perbaikan tanpa perubahan.

Jadi kapan Anda dan perusahaan akan melakukan perubahan secara terus menerus? Sudah tepat dan optimalkah perubahanyang dilakukan?

Ingin meningkatkan dan mengoptimasikan bisnis Anda? Hubungi Woro Handoko 0812 1892 7009. Dengan senang hati Insya Allah saya siap membantu Anda.

–>> dari berbagai sumber.

Leave a Reply