Posts Tagged ‘Air Mata Generasi Terbaik’

PostHeaderIcon MENANGISLAH

Banyak alasan yang membuat orang menangis, meneteskan air mata. Sejak zaman Nabi Adam hingga sekarang, saat terlahir ke dunia hampir semua manusia menangis. Bayi menangis saat merasa haus dan lapar. Anak-anak menangis ketika terjatuh atau sakit. Remaja ada yang menangis ketika putus cinta…*hmmmm dan seterusnya.

Orang bisa menangis pada saat sedih, kecewa, atau kehilangan sesuatu. Tidak sedikit juga yang menitikkan air mata saat mendapatkan kebahagiaan.

Rasulullah SAW menangis pada suatu malam di waktu shalat sampai basahlah bagian depan pakaian beliau, kemudian ketika duduk (dalam shalat) beliau masih terus menangis sampai janggutnya basah dan beliau masih terus menangis hingga tanah (tempat beliau shalat) pun ikut basah karena tetesan air mata.

Lalu datanglah Bilal untuk adzan shalat Subuh, ketika melihat Rasulullah SAW menangis, Bilal berkata, “Wahai Rasulullah, engkau menangis? Padahal Allah telah mengampuni dosa engkau yang telah lalu maupun yang akan datang?”

Maka Rasulullah SAW menjawab, “Apakah aku tidak ingin menjadi hamba yang pandai bersyukur? Sesungguhnya malam tadi telah turun sebuah ayat kepadaku, sungguh malang orang yang tidak membacanya dan tidak merenungi kandungannya.”
Ayat tersebut yaitu (yang artinya): “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan pertukaran malam dan siang, sungguh terdapat ayat-ayat (tanda-tanda) bagi ‘ulul albab’ (ahli fikir).” (QS Ali Imran : 190)

Ibnu Jauzi bercerita bahwa pada suatu ketika berjalan bersama tokoh sufi Malik bin Dinar, mereka mendengar seorang Qori membaca surat Al Zalzalah ayat 1 yang artinya: “Apabila bumi telah diguncangkan dengan guncangan (yang dahsyat),”
ia melihat Malik bin Dinar mulai menyeka air matanya, kemudian pada saat sampai ayat terakhir (ayat 8 ) yang artinya: “Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya pula.’
Maka seketika itu Malik bin Dinar pun menangis tersedu hingga pingsan.

Riwayat lain mengisahkan pada suatu malam Umar bin Abdul Aziz, salah satu seorang khalifah bani Umayyah sedang shalat malam, ketika beliau membaca surat Al Mu’min sampai pada ayat 71-72 yang artinya: “ketika belenggu dan rantai dipasang di leher mereka, seraya mereka diseret, kedalam air yang sangat panas, kemudian mereka dibakar dalam api,”
Kemudian beliau mengulang-ulang ayat tersebut dalam shalatnya dan terus menangis tersedu-sedu.

Banyak sekali riwayat yang menceritakan tentang ‘air mata generasi terbaik’ yang menunjukkan betapa kecintaan dan ketaatan kepada Allah SWT serta betapa rasa takut akan azab dan siksa Allah telah membawa para sahabat Rasul dan para sholihin mampu memaknai dan mentadaburi ayat-ayat Allah hingga berurai air mata.

Ibnu Abbas berkata, saya mendengar Rasulullah SAW berkata: “Dua mata yang tidak bisa disentuh api neraka adalah mata yang menangis di keheningan malam karena takut kepada Allah, dan mata yang berjaga dimalam hari karena membela agama Allah.” (HR Tarmudzi dan Abu Na’im).

Lalu, adakah tangisan dan tetesan air mata kita selama ini karena Allah, mengharap ridho dan ampunan Allah? Atau jangan-jangan air mata ini lebih sering keluar karena kehilangan duniawi.

Allah SWT berfirman dalam surat At Taubah ayat 55 yang artinya:
“Maka janganlah harta benda dan anak-anak mereka menarik hatimu. Sesungguhnya Allah menghendaki dengan (memberi) harta benda dan anak-anak itu untuk menyiksa mereka dalam kehidupan di dunia dan kelak akan melayang nyawa mereka, sedang mereka dalam keadaan kafir'”

Menangislah, menangislah hanya karena Allah.
Menangislah bila itu bisa menjadikan kita semakin dekat dengan Allah. Jangan sia-siakan air mata kita untuk sesuatu yang tidak ada nilainya di hadapan Allah. Karena hanya kepada Allah lah kita semua akan kembali.

Semoga Allah merakhmati kita semua. Aamiin.