Posts Tagged ‘Tenggelam dalam kehidupan dunia’

PostHeaderIcon Tenggelam

TenggelamBeberapa waktu yang lalu iseng menanyakan kepada istri saya, “Mengapa jarum yang kecil bisa tenggelam, sedangkan sebongkah kayu yang besar tetap terapung di laut?”

Istri saya menjawab “Karena massa jenis jarum lebih besar di bandingkan massa jenis air, sedangkan massa jenis kayu lebih kecil dibanding massa jenis air. Kalau massa jenis air laut sama dengan massa jenis benda yang ada di laut maka benda itu akan melayang di kedalaman laut”.

Hmmm, penjelasan yang panjang kali lebar kali tinggi seperti guru fisika.

Kemudian saya bertanya tentang hal yang sama kepada anak saya yang berumur 5 tahun. Jawabannya simple, “Karena di laut ada airnya”.

Nah.., mana yang paling benar? Anak saya dong. Karena hukum fisika atas pertanyaan tersebut tidak akan berlaku kalau di laut tidak ada  airnya.

Lalu bagaimana dengan manusia yang kadang tenggelam dalam kehidupan dunia?

Kita meyakini bahwa ada 5 fase kehidupan manusia yaitu alam Ruh, alam Rahim, alam Dunia, alam Kubur dan terakhir alam Akhirat.
Jika anda membaca tulisan saya saat ini, berarti anda telah melewati alam ruh dan alam rahim serta tengah menjalani alam dunia sedangkan alam kubur dan alam akhirat menanti.

Kondisinya sekarang, banyak manusia yang tenggelam di alam dunia. Banyak manusia yang sangat menyibukkan diri dengan mencari kepuasan dunia tanpa kenal waktu dan lelah.

Mengapa bisa tenggelam? Karena dunia ini nyata, keindahannya dapat langsung dirasakan oleh mata, kelezatannya dapat langsung dirasakan oleh lidah, kemewahannya mampu menyombongkan hati pemiliknya dan masih banyak hal lain yang terkait dengan dunia.

Firman Allah SWT dalam Al Qur’an Surat Ali Imran 14 :

“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga)”.

Demikian Allah menciptakan dunia beserta isinya menjadikan manusia merasakan kesenangan di dunia, namun Allah SWT juga mengingatkan bahwa tempat kembali terbaik adalah Surga.

Selanjutnya dalam Surat Al Hadiid ayat 20, Allah menjelaskan;

“Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah- megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu’.

Bagi orang-orang yang beriman, kehidupan dunia yang sementara ini merupakan fase mengumpulkan bekal untuk kehidupan akhirat yang kekal. Jadi sebaik-baik harta adalah harta yang bermanfaat bagi orang lain yang dipakai untuk kebaikan di jalan Allah SWT. Namun salahkan jika kita bekerja keras untuk dunia kita? Tidak ada yang salah, karena dunia ini diciptakan untuk manusia.

“Dan carilah dari apa saja yang telah Allah berikan kepadamu untuk mencapai kebahagiaan di negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan nasibmu di dunia. Dan berbuat baiklah sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu. Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di muka bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.” (QS. Qashash :77)

“Adapun orang yang melampaui batas, dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggal(nya).” (QS. An-Naaziat: 37-39)

Sekarang tinggal bagaimana kita menyelami kehidupan dunia ini, pilih tenggelam atau terapung tanpa tahu arah tujuan, atau pilih berenang dengan tujuan yang pasti. Jika memilih berenang, maka persiapkanlah sebaik-baik bekal untuk berhasil mencapai tujuan akhir.

Salam, semoga selamat sampai tujuan, dunia dan akhirat.